Harmen Batubara, Penulis Dari Perbatasan
Jika Anda mengetik nama Harmen Batubara di Google,
yang muncul adalah sosok purnawirawan perwira TNI Angkatan Darat, pakar
pertahanan dan wilayah perbatasan, serta penulis yang konsisten mengawal kedaulatan
ruang Nusantara.
Ia bukan penulis yang lahir dari ruang sunyi
semata, melainkan dari garis-garis batas negara — dari lumpur patok perbatasan,
dari peta topografi, dan dari ruang-ruang perundingan diplomasi.
Dari Padangsidimpuan ke Garis Batas Negeri
Harmen Batubara lahir di Padangsidimpuan, 9 Oktober
1952. Perjalanan pendidikannya dimulai dari Sekolah Rakyat Dua Sayurmatinggi,
SMP Kotanopan, hingga SMA Padangsidimpuan, sebelum akhirnya menjadi Geodetic
Engineer dari Universitas Gadjah Mada (1981).
Ilmu Pemetaan itu ia abdikan untuk negeri. Ia
menempuh berbagai pendidikan militer dan kejuruan:
Sekolah Staf dan Komando AD (1995), MBA dari Leicester University, UK (1998),
Mapping Charting and Geodesy Course (DMA, USA, 1984), Map Control Survey Course
(Australia, 1988), Mapping and Management Border Area Course (Australia, 1993),
hingga Rasvy Regimental Officer Course (Australia, 1994).
Dari 1981-2004 ia mengabdi di Direktorat Topografi
TNI AD sebagai Kepala Sub Direktorat Geografi. Pada 2005-2010 ia dipercaya
sebagai Kepala Sub Direktorat Administrasi Wilayah Pertahanan di Direktorat
Jenderal Strategi Pertahanan Kemhan. Purnatugas dengan pangkat Kolonel pada
Oktober 2011.
Penjaga Garis Batas
Nama Harmen melekat pada sejarah penegasan batas
negara. Ia terlibat langsung dalam:
Penegasan dan Penetapan Perbatasan RI-Malaysia: 1982, 1984, 1986, 1988, 1989, 1992, 1994
Penegasan dan Penetapan Perbatasan RI-Papua New
Guinea: 1987, 1996, 1997,
1998
Penegasan dan Penetapan Perbatasan RI-Timor Leste: 2002, 2004, 2005
Pasca purnatugas, pengabdiannya berlanjut sebagai
Peneliti di CDBR (Center for Defence Border Research) Universitas Pertahanan
Indonesia di awal pendirian Universitas tersebut, dan Staf Khusus Perbatasan pada Direktorat
Administrasi dan Perbatasan Ditjen PUM Kemdagri (2011-2013). Jejak
kepenulisannya sudah dimulai sejak muda sebagai Pimpinan Redaksi Geodeta,
majalah mahasiswa Geodesi UGM, dan Pimpinan Redaksi Mekatronika di Bandung.
Karya: Dari Patok ke Pustaka
Pengalamannya di lapangan ia tuangkan menjadi
tulisan agar generasi berikutnya memahami betapa mahal harga sebuah kedaulatan.
Karya-karya utamanya antara lain: Penetapan dan Penegasan Perbatasan
Negara, Profil Perbatasan Laut, Profil Perbatasan Darat Negara, Masalah Noel
Besi-Citrana, hingga Serial Catatan Blog Seorang Prajurit
Perbatasan yang dapat ditemukan di Shopee: bukuperbatasan.
Kini, ia juga aktif berbagi ilmu bisnis online dan
produk digital melalui portalnya: www.harmenbatubara.com, www.wilayahperbatasan.com,
dan www.wilayahpertahanan.com.
Prinsipnya sederhana: ia tidak pernah memaksa
siapapun untuk melakukan apapun. Ia hanya berbagi — konten, ide, dan strategi
yang telah terbukti ia jalani sendiri, agar bermanfaat dan juga bisa menghasilkan
untuk orang lain.
Hari ini adalah hari yang baru. Jadikan setiap hari
sebagai hari yang luar biasa.

No comments:
Post a Comment