August 9, 2026

Harmen Batubara, Penulis Dari Perbatasan

 


Harmen Batubara, Penulis Dari Perbatasan

Jika Anda mengetik nama Harmen Batubara di Google, yang muncul adalah sosok purnawirawan perwira TNI Angkatan Darat, pakar pertahanan dan wilayah perbatasan, serta penulis yang konsisten mengawal kedaulatan ruang Nusantara.

Ia bukan penulis yang lahir dari ruang sunyi semata, melainkan dari garis-garis batas negara — dari lumpur patok perbatasan, dari peta topografi, dan dari ruang-ruang perundingan diplomasi.

Dari Padangsidimpuan ke Garis Batas Negeri

Harmen Batubara lahir di Padangsidimpuan, 9 Oktober 1952. Perjalanan pendidikannya dimulai dari Sekolah Rakyat Dua Sayurmatinggi, SMP Kotanopan, hingga SMA Padangsidimpuan, sebelum akhirnya menjadi Geodetic Engineer dari Universitas Gadjah Mada (1981).

Ilmu Pemetaan itu ia abdikan untuk negeri. Ia menempuh berbagai pendidikan militer dan kejuruan:
Sekolah Staf dan Komando AD (1995), MBA dari Leicester University, UK (1998), Mapping Charting and Geodesy Course (DMA, USA, 1984), Map Control Survey Course (Australia, 1988), Mapping and Management Border Area Course (Australia, 1993), hingga Rasvy Regimental Officer Course (Australia, 1994).

Dari 1981-2004 ia mengabdi di Direktorat Topografi TNI AD sebagai Kepala Sub Direktorat Geografi. Pada 2005-2010 ia dipercaya sebagai Kepala Sub Direktorat Administrasi Wilayah Pertahanan di Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan Kemhan. Purnatugas dengan pangkat Kolonel pada Oktober 2011.

 


Penjaga Garis Batas

Nama Harmen melekat pada sejarah penegasan batas negara. Ia terlibat langsung dalam:

Penegasan dan Penetapan Perbatasan RI-Malaysia: 1982, 1984, 1986, 1988, 1989, 1992, 1994

Penegasan dan Penetapan Perbatasan RI-Papua New Guinea: 1987, 1996, 1997, 1998

Penegasan dan Penetapan Perbatasan RI-Timor Leste: 2002, 2004, 2005

 Ia juga menjadi Anggota Tim Teknis Perundingan Batas RI-Malaysia, RI-PNG, dan RI-Timor Leste, serta aktif di berbagai Pokja Ditjen Strahan Kemhan untuk menyusun konsep Pengelolaan Wilayah Perbatasan, Penataan Ruang Wilayah Pertahanan Perbatasan, hingga penyelesaian Outstanding Boundary Problems (OBP).

Pasca purnatugas, pengabdiannya berlanjut sebagai Peneliti di CDBR (Center for Defence Border Research) Universitas Pertahanan Indonesia di awal pendirian Universitas tersebut,  dan Staf Khusus Perbatasan pada Direktorat Administrasi dan Perbatasan Ditjen PUM Kemdagri (2011-2013). Jejak kepenulisannya sudah dimulai sejak muda sebagai Pimpinan Redaksi Geodeta, majalah mahasiswa Geodesi UGM, dan Pimpinan Redaksi Mekatronika di Bandung.

Karya: Dari Patok ke Pustaka

Pengalamannya di lapangan ia tuangkan menjadi tulisan agar generasi berikutnya memahami betapa mahal harga sebuah kedaulatan. Karya-karya utamanya antara lain: Penetapan dan Penegasan Perbatasan Negara, Profil Perbatasan Laut, Profil Perbatasan Darat Negara, Masalah Noel Besi-Citrana, hingga Serial Catatan Blog Seorang Prajurit Perbatasan yang dapat ditemukan di Shopee: bukuperbatasan.

Kini, ia juga aktif berbagi ilmu bisnis online dan produk digital melalui portalnya: www.harmenbatubara.comwww.wilayahperbatasan.com, dan www.wilayahpertahanan.com.

Prinsipnya sederhana: ia tidak pernah memaksa siapapun untuk melakukan apapun. Ia hanya berbagi — konten, ide, dan strategi yang telah terbukti ia jalani sendiri, agar bermanfaat dan juga bisa menghasilkan untuk orang lain.

Hari ini adalah hari yang baru. Jadikan setiap hari sebagai hari yang luar biasa.



No comments:

Post a Comment