Showing posts with label Jokowi Prabowo besty. Show all posts
Showing posts with label Jokowi Prabowo besty. Show all posts

January 13, 2026

Ketika Jokowi Mempersiapkan dan Memilih Penerusnya

 


Oleh Harmen Batubara 

Sejarah politik Indonesia akan selalu mencatat periode 2014-2024 sebagai dekade yang penuh dengan kejutan dan transformasi besar. Di pusat pusaran itu, berdiri dua sosok yang pernah menjadi rival sengit: Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Dua kali mereka bertarung dalam medan laga Pemilihan Presiden (2014 dan 2019), membelah pemilih dalam polarisasi yang tajam. Namun, apa yang terjadi setelahnya adalah sebuah pelajaran tentang kedewasaan bernegara yang melampaui ego pribadi.

Sebuah Rekonsiliasi yang Mengejutkan Dunia

Setelah merayakan kemenangannya pada periode kedua di tahun 2019, Presiden Jokowi mengambil langkah yang dianggap mustahil oleh banyak pengamat internasional. Alih-alih membiarkan rivalnya tetap di luar pemerintahan, Jokowi justru merangkul Prabowo Subianto masuk ke dalam kabinetnya.


Penunjukan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan adalah sebuah keputusan strategis yang sensasional. Bagi dunia luar, ini adalah bukti nyata dari konsep “Gotong Royong” Indonesia. Namun bagi Prabowo secara pribadi, momen ini adalah sebuah pemulihan martabat yang sangat emosional. Ia dilantik di Aula Kementerian Pertahanan—lokasi yang sama di mana pada tahun 1998, ia pernah diberhentikan dari dinas militer. Kembali ke tempat itu sebagai pimpinan tertinggi pertahanan negara adalah bentuk pemulihan marwah yang sempurna dari seorang Jokowi kepada Prabowo.

Restu dan Bintang Empat

Hubungan yang awalnya bersifat politis perlahan bertransformasi menjadi hubungan mentor-murid dan sahabat. Jokowi tidak hanya memberikan posisi menteri, tetapi juga memberikan panggung bagi Prabowo untuk menunjukkan kapasitas kepemimpinannya di kancah global.

Puncaknya, sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan dedikasinya, Jokowi menyematkan gelar Jenderal TNI (Purn) Kehormatan berbintang empat kepada Prabowo. Ini bukan sekadar seremoni militer, melainkan simbol bahwa Jokowi sepenuhnya percaya dan merestui Prabowo sebagai sosok yang layak memegang tongkat estafet kepemimpinan nasional.

Menuju Indonesia Emas: Keberlanjutan dan Inovasi

Kini, sebagai Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto membuktikan bahwa pilihan Jokowi tidaklah salah. Kepemimpinannya menjadi jembatan kokoh yang meneruskan pondasi kuat yang telah dibangun oleh pendahulunya. Ia memegang teguh komitmen untuk melanjutkan proyek strategis nasional, mulai dari hilirisasi industri hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Namun, Prabowo juga membawa ruh baru dengan kebijakan-kebijakan yang menyentuh akar rumput secara langsung:

Makan Bergizi Gratis: Sebuah program ambisius untuk 83 juta siswa guna memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal secara fisik dan intelektual (stunting) demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Fakultas Kedokteran Gratis: Membuka pintu seluas-luasnya bagi putra-putri dari keluarga miskin ekstrem untuk menjadi dokter tanpa biaya sepeser pun, demi menutup celah kekurangan tenaga medis di pelosok negeri.

Sekolah Rakyat: Memperkuat akses pendidikan berkualitas yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kita Ingin Mengatakan

Narasi "Ketika Jokowi Mempersiapkan dan Memilih Penerusnya" bukan sekadar cerita tentang transfer kekuasaan, melainkan tentang bagaimana dua pemimpin besar sepakat untuk meletakkan kepentingan bangsa di atas segalanya. Jokowi telah menyiapkan jalan, dan kini Prabowo melangkah di atasnya dengan gagah, membawa visi keberlanjutan yang dipadukan dengan kepedulian sosial yang mendalam.

Inilah era baru Indonesia, di mana persaingan masa lalu telah dilebur menjadi energi pembangunan masa depan.