40 Hari WS Rendra, Siburung Merak
Untuk generasi yang baru, terlebih lagi yang belum kenal Si burung Merak, maka cobalah nikmati tulisan sajak beliau ini.
Makna Sebuah Titipan
Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku
Bahwa sesungguhnya ini
hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya : mengapa Dia menitipkan padaku ???
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
kutolak sakit, kutolak kemiskinan, seolah semua
“derita” adalah hukum bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika :
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh
dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”, dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.
Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja
Kata-kata adalah kekuatan utama Rendra, sosok yang kokoh,Tegak pada sikap dan pendirian,hal sederhana yang sulit untuk dilaksanakan.
Perginya Rendra pada Kamis 6 Agustus 2009 jam 22.15 WIB di RS Mitra adalah sebuah kehilangan, kehilangan pusaka yang tiada duanya. Selamat Jalan Willy, semoga kau juga bahagia di sana.
This day in history...
Powered By WPHistory




















One Response to “40 Hari WS Rendra, Siburung Merak”
HarmenBatubara on September 8, 2009
Saya cuma pengagum Rendra, soal dimana kekuatannya terus terang juga saya tak paham betul, tetapi kalau saya membaca sajak-sajaknya, terasa di sana ada pesan yang jelas, pesan dari ahlinya. Gimana kalau kesan anda? Jangan lupa untuk menuliskannya. http://wilayahperbatasan.com