Kangen JK yang Cepat dan Tegas.

Kita melihat Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng bersilaturahmi ke kediaman mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jalan Haji Bau, Makassar, Sulawesi Selatan. Usai berbincang satu jam, JK mengundang Andi dan tiga saudaranya makan malam. “Sebelum pulang, (Mallarangeng bersaudara) diajak makan dulu,” kata salah satu ajudan JK kepada wartawan, Jumat 27 November 2009. Andi yang didampingi saudaranya Rizal Mallarangeng dan Choel Mallarangeng pun diajak pindah dari ruang tamu ke ruang tengah rumah JK. Pertemuan kedua politisi ini merupakan pertemuan pertama setelah pernyataan kontroversial yang dilontarkan Andi saat kampanye Pemilihan Presiden 2009 lalu. Saat itu Andi mengatakan,”Ada Saatnya Orang Bugis Jadi Presiden.”
Sebelum silaturahmi, Andi tertawa saat ditanya apakah dia akan meminta maaf kepada JK atau tidak. “Itu kan bunga-bunga demokrasi,” kata dia. Sebelumnya, Andi mengaku bahwa ini adalah silaturahmi biasa merayakan Idul Adha yang jatuh hari ini. Memang sebagai orang timur, alangkah indahnya kalau pada momen tersebut secara khusus menyampaikan maafnya terkait, ucapannya “belum saatnya orang bugis jadi presiden”. Memang sih, tidak ada yang salah di sana, tetapi itu bukan milik budaya Indonesia masa lalu. Minimal itu mengisyaratkan, bahwa ke depan basa-basi dalam budaya kita, akan berubah bentuknya. Andi mallarangeng sudah memulainya.
Tetapi Jk, tetaplah JK kinipun, terkait kisruh nasional, seperti Kisruh soal Bank Century dan kasus Bibit-Chandra yang berlarut-larut membuat beberapa kalangan masyarakat merindukan sosok pemimpin pengambil keputusan super cepat dan tegas. Rupanya hal ini masih melekat pada sosok mantan Wapres Jusuf Kalla (JK). Adik kandung JK yakni Halim Kalla rupanya juga mengamini adanya kerinduan masyarakat terhadap sosok kakaknya itu pada saat ini. “Soal banyaknya yang kangen, saya baca di koran seperti itu,” kata Halim tersenyum saat ditemui detikcom di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/11/2009).
Bos Intim Group ini mengatakan saat ini kakaknya tinggal di Makasar menghabiskan waktu pensiun dan hari tua dengan keluarga besarnya. Setelah kalah pada saat pilpres lalu, praktis JK lebih banyak di Makasar kampung halamannya. “Sekarang Pak JK ada di Makassar,” katanya.
Ia memahami sosok kakaknya yang pernah memimpin negeri ini, dengan gaya khasnya membuat banyak masyarakat yang masih mengingat dan bersimpati. “Saya melihat, masyarakat membutuhkan pemikiran cepat dan cerdik, Pak JK masih memiliki ide-ide itu,” katanya.
Bahkan kata Halim, kerinduan masyarakat terhadap terobosan-terobosan cepat dan tepat sangat dibutuhkan dalam program seratus hari pemerintahan saat ini. “Memang masyarakat apalagi dalam program 100 hari, butuh kecepatan,” imbuhnya.
Halim menambahkan meski sudah pensiun, JK tetap melakukan pemantauan bisnisnya di bawah bendera Hadji Kalla Grup yang berpusat di Makasar Sulawesi Selatan. “Pak JK sudah pensiun, tapi tentunya masih memantau (bisnisnya-red),” pungkasnya.
Sumber: detikcom, 26, dan Ita Lismawati F. Malau, 28/11/2009
This day in history...
Powered By WPHistory



















3 Responses to “Kangen JK yang Cepat dan Tegas.”
IwanKus on November 29, 2009
kadang saya membayangkan apa yang akan diperbuat pak JK andai saat ini menjabat sebagai presiden…
bagaimana kabarnya pak? mohon maaf lama tidak berkunjung…
IwanKus on November 29, 2009
kadang saya membayangkan apa yang akan diperbuat pak JK andai saat ini menjabat sebagai presiden…
bagaimana kabarnya pak?
HarmenBatubara on December 1, 2009
Ya saya juga berpikiran seperti itu, tetapi ya sudahlah, tuhan telah memberikan kita pimpinan yang “barangkali” lebih sesuai dengan kebutuhan bangsa kita. Ya mas Iwan, saya juga lama ga fokus, minggu lalu saya ke Papua New Guinea, tetangga kita itu, tepatnya di Vanimo. Rasanya di sana sangat tentram, masyarakatnya sederhana dan ramah-ramah sama seperti warga kita yang di papua, dua hari saya di Vanimo ga bisa lihat sepeda motor satupun, dan juga sepeda ga ada. Mereka kalau mau pergi kemana-mana ya pakai bis umum atau jalan kaki. Saya pikir kalau kita hidup di sana, rasanya ga usah mikirin dunia ini.ga ada “godaan”nya khususnya godaan materialnya. Salam untuk sobat lainnya.